Terjun payung? olahraga yang seru mungkin,menikmati ciptaanNya dari atas langit lalu perlahan-lahan turun menjadi bagian dari apa yang selama perjalanan dinikmati.
Namun bukan itu yang mau gue bahas saat ini
(Indeks Prestasi) IP gue terjun bebas,bukan hanya turun teman,tapi TERJUN BEBAS,gue sangat kepikiran dengan penurunan angka yang sakral ini,gue bukan orang yang menilai kemampuan seseorang dari IP,tapi gue berpegang teguh pada "IP adalah pertanggungjawaban kepada orang tua"
se aktif-aktif nya kita di kampus tapi takaran konkrit kita bersungguh-sungguh dalam menjalankan kuliah itu ya dari IP,menurut orang tua,dan mungkin memang hanya itu takaran konkrit yang bisa dilihat orangtua,kalau kemampuan kita yang meningkat karena ikut organisasi atau ukm hanya kita yang bisa merasakan,tapi hasil konkrit untuk ditunjukkan kepada orang tua saat ini ya hanya dari IP,tidak adil memang pergelutan terhadap kuliah satu semester dilihat dari susunan angka yang tidak sampai belasan,hanya antara 0-4
Tidak perlu gue sebutkan berapa IP dan IPK gue,yang jelas IP gue turun 0,6 :(
ga tega ngasih tau ke orang tua,mengingat penurunan 'prestasi' ini karena gue tidak bisa membedakan mana prioritas utama dan mana yang bisa dikesampingkan. ini benar-benar sandungan untuk gue,menampar sangat keras untuk mengingatkan akan 'kesalahan' gue.
gue harus bisa membuat peraturan yang harus gue patuhi sendiri,hidup gue diatur oleh diri sendiri,tidak bisa 'terserah deh,gue ikut aja' gue harus punya kendali penuh akan arah hidup gue,mau gue arahkan kemana masa depan gue.
lucu,bagaimana rentetan 1 angka diikuti koma dan angka lainnya dapat membuat gue berpikir seperti ini
Kamis, 19 Juli 2012
Minggu, 10 Juni 2012
kalau bisa memilih,saya memilih untuk tidak beranjak dewasa
kemarin saat belanja untuk keperluan di kostan saya melihat seorang ibu yang berbelanja dengan anak perempuannya,mereka bercengkrama sangat hangat,tatapan sang ibu kepada anaknya dipenuhi rasa cinta,seketika saya berimajinasi,saya berada diposisi sang anak,dan sang ibu berubah menjadi mama saya,setiap belanja ke supermarket saya menjadi sangat excited,berbelanja kebutuhan rumah dan dengan diselipkan belanja jajanan saya :p,saya sangat menikmati waktu demi waktu di supermarket bersama orang tua saya terutama bersama mama.
dalam perjalanan pulang ke kostan saya kemudian berpikir,sekarang saya sudah harus belanja kebutuhan sendiri,sangat susah rasanya untuk merasakan 'waktu belanja bersama' lagi,mengingat saya menjadi sangat sibuk akhir-akhir ini dan berakibat saya jarang pulang ke rumah. proses ini,proses saya menuju dewasa,perubahan-perubahan kecil yang saya alami membuat saya berpikir lebih keras lagi,saya tidak ingin seperti ini,menjadi dewasa dan melewati proses-proses yang membuat saya kehilangan hal-hal sederhana tetapi memiliki banyak arti untuk saya,untuk kehilangan hal-hal tersebut mungkin bukan masalah besar untuk saya,tetapi kehilangan orang-orang yang melewati hal-hal itu bersama saya lah yang akan menyakitkan,saya sudah merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang sudah 17 tahun ada di kehidupan saya,melihat saya tumbuh,mengetahui seluk beluk diri saya dan kini sudah tidak bisa melihat hal-hal yang berhasil saya capai,nenek saya,wafat pada tahun 2010,sedangkan dalam 2 tahun ini begitu banyak pencapaian yang saya dapat,yang tidak bisa disaksikan olehnya,saya belum sempat membuat dia bangga terhadap saya,saya tidak ingin penyesalan ini terjadi ketika saya harus kehilangan yang lain,saya tidak ingin melewati proses ini,proses pendewasaan,saya tidak ingin menjadi dewasa,saya tidak ingin kehilangan mereka yang sudah menyaksikan saya tumbuh sampai saat ini
Ya Allah,kalau boleh hamba mu ini meminta,biarkan hamba memiliki mereka sampai akhir hayat hamba,atau tolong pastikan kebahagian mereka jika memang mereka sudah tidak memiliki peran dalam skenario kehidupanku,tolong jaga mereka ya Allah
dalam perjalanan pulang ke kostan saya kemudian berpikir,sekarang saya sudah harus belanja kebutuhan sendiri,sangat susah rasanya untuk merasakan 'waktu belanja bersama' lagi,mengingat saya menjadi sangat sibuk akhir-akhir ini dan berakibat saya jarang pulang ke rumah. proses ini,proses saya menuju dewasa,perubahan-perubahan kecil yang saya alami membuat saya berpikir lebih keras lagi,saya tidak ingin seperti ini,menjadi dewasa dan melewati proses-proses yang membuat saya kehilangan hal-hal sederhana tetapi memiliki banyak arti untuk saya,untuk kehilangan hal-hal tersebut mungkin bukan masalah besar untuk saya,tetapi kehilangan orang-orang yang melewati hal-hal itu bersama saya lah yang akan menyakitkan,saya sudah merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang sudah 17 tahun ada di kehidupan saya,melihat saya tumbuh,mengetahui seluk beluk diri saya dan kini sudah tidak bisa melihat hal-hal yang berhasil saya capai,nenek saya,wafat pada tahun 2010,sedangkan dalam 2 tahun ini begitu banyak pencapaian yang saya dapat,yang tidak bisa disaksikan olehnya,saya belum sempat membuat dia bangga terhadap saya,saya tidak ingin penyesalan ini terjadi ketika saya harus kehilangan yang lain,saya tidak ingin melewati proses ini,proses pendewasaan,saya tidak ingin menjadi dewasa,saya tidak ingin kehilangan mereka yang sudah menyaksikan saya tumbuh sampai saat ini
Ya Allah,kalau boleh hamba mu ini meminta,biarkan hamba memiliki mereka sampai akhir hayat hamba,atau tolong pastikan kebahagian mereka jika memang mereka sudah tidak memiliki peran dalam skenario kehidupanku,tolong jaga mereka ya Allah
Rabu, 09 Mei 2012
untuk kamu yang memiliki kuasa
mereka yang menaruh atensi padaku mengerti bahwa aku berbeda disaat ketidakhadiranmu dengan disaat kau disisiku,aku akan kehilangan konsentrasi disaat kamu tidak ada disini dan sebaliknya aku akan sangat semangat dengan hanya melihat wajahmu,senyummu pun akan melipat gandakan hal itu.
aku benci dengan hal ini,seperti aku tidak bisa mengatur diriku sendiri,aku terlalu bergantung pada kehadiranmu
absensi seharimu akan sangat mempengaruhi minatku terhadap semua hal sehari penuh,kamu terlalu banyak ambil andil dalam kehidupanku,aku benci tetapi aku juga menyukai ini disaat bersamaan,aku benci akan pengaruhmu yang terlalu besar dalam hariku,tetapi aku juga menyukai bagaimana sedikit kehadiranmu dapat begitu mudahnya mengubah warna hariku.
kamu memiliki daya magis di setiap kehadiranmu,dimanapun itu,bahkan dibenakku
kamu sudah mendapatkan setengah kendali akan hari-hariku,aku hanya sedikit meminta,tolong pegang kendali ini sebaik mungkin,ini bukan tanggung jawabmu memang,mengingat aku bukan siapa-siapa bagimu,tapi jika boleh aku meminta jangan permainkan kendali ini,cukup dengan kehadiranmu.
aku benci dengan hal ini,seperti aku tidak bisa mengatur diriku sendiri,aku terlalu bergantung pada kehadiranmu
absensi seharimu akan sangat mempengaruhi minatku terhadap semua hal sehari penuh,kamu terlalu banyak ambil andil dalam kehidupanku,aku benci tetapi aku juga menyukai ini disaat bersamaan,aku benci akan pengaruhmu yang terlalu besar dalam hariku,tetapi aku juga menyukai bagaimana sedikit kehadiranmu dapat begitu mudahnya mengubah warna hariku.
kamu memiliki daya magis di setiap kehadiranmu,dimanapun itu,bahkan dibenakku
kamu sudah mendapatkan setengah kendali akan hari-hariku,aku hanya sedikit meminta,tolong pegang kendali ini sebaik mungkin,ini bukan tanggung jawabmu memang,mengingat aku bukan siapa-siapa bagimu,tapi jika boleh aku meminta jangan permainkan kendali ini,cukup dengan kehadiranmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2013
(5)
- ▼ April 2013 (2)
- ► Februari 2013 (1)
- ► Januari 2013 (2)
-
►
2012
(13)
- ► Desember 2012 (4)
- ► September 2012 (4)
- ► Maret 2012 (1)
-
►
2011
(5)
- ► Desember 2011 (1)
- ► November 2011 (2)
- ► Februari 2011 (1)
-
►
2010
(10)
- ► Desember 2010 (1)
- ► September 2010 (1)
- ► April 2010 (1)
- ► Maret 2010 (2)
- ► Januari 2010 (3)
-
►
2009
(16)
- ► Desember 2009 (1)
- ► November 2009 (1)
- ► September 2009 (1)
- ► April 2009 (3)
- ► Maret 2009 (1)
- ► Februari 2009 (3)
- ► Januari 2009 (2)
